Bertolak Menuju Negeri Savana
*** Setelah melewati kebimbangan antara ilusi atau kenyataan tentang apa yang dialaminya, ia kembali ceria dan melanjutkan rutinitas hidupnya lagi. Masa kanak-kanak pun kembali ia lanjutkan setelah sempat terhenti karena sakit yang di deritanya. Belajar berhitung, bermain ayunan, berlarian dan bernyanyi menjadi masa terindah yang mungkin akan ia rindukan suatu saat nanti. Dan benar saja, sekarang, saat ini, ketika ia sedang menuliskan kembali kisah ini, ada rindu yang sangat besar untuk semua moment indah itu. Namun bukan berarti ia tidak bersyukur hari ini. Tidak. Dia sangat mensyukuri segalanya. Bahkan lebih dari itu. Dia sangat berterimakasih untuk segalanya. Apalah arti sebuah hikayat jika kamu tidak mengalami sendiri keindahan itu? Hikayat ini lebih dari sekedar sebuah karya. Ini adalah sebuah flashback dari suatu rentetan kisah panjang perjalanan seorang manusia fana yang bercerita. Bagaimanapun juga, ia hanyalah seorang manusia. Di suatu sore, setelah kembali dari rutinita...