Posts

Showing posts with the label Hikayat Anak Desa

The Champion

Image
The Champion Hal yang perlu diingat bahwa ini bukanlah kisah inspiratif, tentang bagaimana perjuangan seorang tertindas, yang bertahan hingga akhir lalu menjadi sukses. Sekali lagi ini bukanlah kisah clasic seperti itu. Yang ingin penulis sampaikan adalah bahwa ini hanyalah wadah baginya untuk menuangkan cerita perjalanannya yang masih tersimpan rapat dalam memorinya, dalam benaknya tentang apa saja yang telah dia lalui. jadi jika pembaca berharap bahwa arah cerita akan menuju pada kisah  orang baik yang merangkak dari dasar dengan jarak antara wajah dan tanah berdebu setipis secarik kertas maka urungkanlah niat itu. Kisah seperti itu mungkin ada dibelahan dunia lain namun tidak di cerita ini. Ini hanyalah kisah dimana seseorang dengan buta ilmu dan pengalaman yang belajar memahami bagaimana memaknai setiap hal yang dia lalui. Dan sekali lagi, baik atau buruknya dia bisa ditentukan sendiri oleh pembaca setelah menyelesaikan cerita dalam tiap penggal paragrafnya karena pada dasarnya...

Rotan dan Besi

Image
  ***  Perjalanan jauh dan melelahkan akhirnya mencapai titik perhentian. Tak terhitung jaraknya, tidak diketahui berapa selat dan pulau yang terlewati. Begitu jauh hingga bisa dipastikan akan butuh ribuan hari lagi jika ingin kembali dan bertemu dengan nenek dan ibunya. Suasana baru, lingkungan baru dan rutinitas baru menjadi hal yang akan dilalui si anak desa ini. Lembaran dan bab baru segera dimulai. Namun apapun itu, dia tetaplah bocah miskin ilmu dan pengalaman yang jika dibandingkan dengan kehidupan sebelumnya, sangat jauh berbeda. Tidak ada teman sebaya, tidak ada lumpur dan debu, dan bahkan tidak ada jadwal bebas untuk bermain seperti dulu sehingga rutinitas baru disini terasa sangat monoton dan membosankan.  Pamannya adalah seorang lulusan menengah kejuruan dengan beribu pengalaman pahit di negeri ini sebelum akhirnya memiliki pekerjaan dan berpenghasilan sendiri. Sedangkan bibinya adalah seorang lulusan tenaga medis dimana seragam putihnya menjadi simbol sebuah ...

Bertolak Menuju Negeri Savana

Image
  *** Setelah melewati kebimbangan antara ilusi atau kenyataan tentang apa yang dialaminya, ia kembali ceria dan melanjutkan rutinitas hidupnya lagi. Masa kanak-kanak pun kembali ia lanjutkan setelah sempat terhenti karena sakit yang di deritanya. Belajar berhitung, bermain ayunan, berlarian dan bernyanyi menjadi masa terindah yang mungkin akan ia rindukan suatu saat nanti. Dan benar saja, sekarang, saat ini, ketika ia sedang menuliskan kembali kisah ini, ada rindu yang sangat besar untuk semua moment indah itu. Namun bukan berarti ia tidak bersyukur hari ini. Tidak. Dia sangat mensyukuri segalanya. Bahkan lebih dari itu. Dia sangat berterimakasih untuk segalanya. Apalah arti sebuah hikayat jika kamu tidak mengalami sendiri keindahan itu? Hikayat ini lebih dari sekedar sebuah karya. Ini adalah sebuah flashback dari suatu rentetan kisah panjang perjalanan seorang manusia fana yang bercerita. Bagaimanapun juga, ia hanyalah seorang manusia. Di suatu sore, setelah kembali dari rutinita...

Ilusi atau Kenyataan?

Image
 *** Negeri ini masih berselimutkan adat dan budaya leluhur. Tidak ada yang bisa memungkiri ataupun mengelak dari Ritual nenek moyangnya. Benar ataupun salah, Tuhan dan adat seiring sejalan, seiya sekata dalam menapaki hari demi hari di negeri timur, arah yang menjadi anugerah sebagai jalur terbitnya sang surya. Bocah ini, lahir ditengah kelembutan suara dan dialek Lamaholot, sebagai Induk dari berbagai rumpun bahasa di sebuah negeri yang dijuluki  “ADU DARAH” dimana tabuh genderang perang dan gemuruh suara teriakan perang menjadi hal yang biasa terdengar dalam mempertahankan tanah dan adat. Benar, mungkin terdengar mengerikan. Namun, dimanapun itu kita harus percaya bahwa malaikat dan iblis adalah penyeimbang. Kamu harus menyimpan monster untuk saat-saat yang dibutuhkan. Bocah ini tumbuh ditengah keseimbangan itu. Ada banyak kisah dan hikayat yang diceritakan oleh ibu dan saudaranya tentang jenis suku dimana dia berasal. Apa saja pantangan yang tidak boleh dilanggar bagi dara...

Tangisan Pertama

Image
 *** Tepat di hari ke 5 dalam minggu itu, 10 hari sebelum berakhirnya bulan itu dimana bulan itu adalah 2 bulan terakhir dipenghujung tahun, sebelum akan berganti ke tahun yang baru, tepat dimana sebulan kemudian akan terjadi bencana maha dasyat dipenutupan tahun itu. Terdengar suara nyaring memenuhi rumah beratapkan ilalang, berdindingkan bambu dengan alas tanah tanpa semen ataupun keramik. Diatas tempat tidur bambu, terdengarlah suara yang berhasil memecahkan kesunyian malam. Suara yang menandai berakhirnya penderitaan ibunya. Dia menangis seakan paham betul perjuangan sang ibu menahan sakit hanya untuk mengabulkan titipan kehidupan yang diemban dari Sang Khalik.  Seperti halnya bayi pada umumnya yang akan terdiam dengan nyaman saat menemukan kehangatan dan aroma dekapan yang ia kenal, ia terdiam lalu terlelap. Perjuangan belum selesai. Namun telah tertanam dengan dalam, telah terkubur dengan sangat rapi dan telah tersimpan dengan rapat setiap detail peristiwa untuk siap dic...